Messi

Messi donates 150 000 euros

Lionel Messi, the Barcelona footballer, donated one million pesos, about 152 thousand euros for the rehabilitation of a sports complex in a depressed area of Rosario, Argentina.

"The rehabilitation of this sports complex will benefit thousands of people in this area of ​​the city," said Rolando del Lago, the municipality responsible for sports.

Messi, who at age 13 left the Newell `s Old Boys from Rosario to head to Barcelona, has a foundation that has made several works of charity in the town.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cetak Gol, Atep Berharap Bobotoh Tak Simpan Dendam

Cetak Gol, Atep Berharap Bobotoh Tak Simpan Dendam
Oleh: Yogo Triastopo
Minggu, 3 Juni 2012, 07:00 WIB
INILAH.COM, Bandung - Gol kedua Persib yang dilesakkan Atep menjadi pembuktiannya sebagai seorang gelandang subur. Gol tersebut menjadi gol kelima Atep bersama Persib di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2011/2012.

Atep berharap, gol yang dipersembahkannya untuk Rangga bisa meredam perselisihan antara suporter yang telah menimbulkan korban. Dia pun ingin, kedepan tidak ada lagi kerusuhan antar suporter yang sering menelan korban jiwa. Atep pun meminta bobotoh tidak melakukan aksi balas dendan atas peristiwa yang menimpa Rangga. Sepak bola adalah orahraga yang enak untuk ditonton tanpa anakis.

"Bobotoh datang ke lapangan untuk menonton, jangan jadikan sepak bola untuk anarki. Dan jangan ada dendam. Jadikan sepak bola sebagai pertunjukan yang aman dan enak ditonton," tukasnya.

Atep mencetak gol kelimanya tersebut melalui sebuah tendangan keras pada menit 27. Menerima umpan Marcio Souza, Atep melakukan tendangan keras terarah ke pojok kanan atas gawang Mitra Kukar yang dikawal Joyce Sorongan.[ang]
Share berita: Facebook | Twitter

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Musim Ini Atep Targetkan Cetak 12 Gol

Musim Ini Atep Targetkan Cetak 12 Gol

Tribunnews.com - Rabu, 2 Januari 2013 00:45 WIB
Share this
Share
 Text  +  
Musim Ini Atep Targetkan Cetak 12 Gol
Tribun Jabar / Deni Denaswara
Pemain Persib Bandung Atep (kanan) berusaha meloloskan saat menggiring bola dari kawalan pemain Gresik United saat pertandingan Inter Island Cup 2012 di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu (1/12). Persib berhasil mengalahkan Gresik United dengan skor (2-0). 
TRIBUNNEWS.COM - Sebagai pemain sayap, tugas utama Atep adalah memberikan umpan agar penyerang Persib Bandung bisa mencetak gol. Tapi Atep juga punya kemampuan lain selain memberikan assist, yakni menjebol gawang lawan.
Sejak kembali ke Maung Bandung, Atep punya tradisi baru yaitu menyumbangkan gol di setiap musim. Tiga musim lalu, tiga gol dibuat Atep untuk Persib. Kemudian dua musim kemarin, torehan golnya bertambah menjadi empat.
Pada Liga Super Indonesia (LSI) musim 2011/2012, pemain bernomor punggung 7 ini mencetak enam gol. Jumlah ini kurang satu gol dari targetnya. Melihat targetnya tak terpenuhi, Atep ingin 'balas dendam' di tahun 2013. Ia menaikkan target golnya di LSI musim ini.
"Untuk target gol, ada peningkatan. Saya akan berusaha mencetak 12 gol di musim ini," tutur Atep kepada Tribun Jabar (Tribunnews.com Network) di Mes Persib, Selasa (1/1/2012).

Editor: Dodi Esvandi  |  Sumber: Tribun Jabar
Tribunnews.com - Rabu, 2 Januari 2013 00:45 WIB
Share this
Share
 Text  +  
Tribun Jabar / Deni Denaswara
Pemain Persib Bandung Atep (kanan) berusaha meloloskan saat menggiring bola dari kawalan pemain Gresik United saat pertandingan Inter Island Cup 2012 di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu (1/12). Persib berhasil mengalahkan Gresik United dengan skor (2-0). 
TRIBUNNEWS.COM - Sebagai pemain sayap, tugas utama Atep adalah memberikan umpan agar penyerang Persib Bandung bisa mencetak gol. Tapi Atep juga punya kemampuan lain selain memberikan assist, yakni menjebol gawang lawan.
Sejak kembali ke Maung Bandung, Atep punya tradisi baru yaitu menyumbangkan gol di setiap musim. Tiga musim lalu, tiga gol dibuat Atep untuk Persib. Kemudian dua musim kemarin, torehan golnya bertambah menjadi empat.
Pada Liga Super Indonesia (LSI) musim 2011/2012, pemain bernomor punggung 7 ini mencetak enam gol. Jumlah ini kurang satu gol dari targetnya. Melihat targetnya tak terpenuhi, Atep ingin 'balas dendam' di tahun 2013. Ia menaikkan target golnya di LSI musim ini.
"Untuk target gol, ada peningkatan. Saya akan berusaha mencetak 12 gol di musim ini," tutur Atep kepada Tribun Jabar (Tribunnews.com Network) di Mes Persib, Selasa (1/1/2012).

Editor: Dodi Esvandi  |  Sumber: Tribun Jabar

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Atep Berharap Bisa Cetak Gol Cepat

Atep Berharap Bisa Cetak Gol Cepat
Kamis, 24 Januari 2013 11:26 WIB
DI musim lalu, pemain Persib Bandung Atep perlu menunggu lama agar keran golnya terbuka. Gol pertamanya di musim kemarin baru tercipta di laga pertama putaran kedua.

Saat itu, Maung Bandung menjamu Gresik United di Stadion Siliwangi. Gol tunggal Atep membuat Persib menang 1-0 dari tamunya. Musim lalu Atep total bermain selama 2.371 menit dalam 32 laga. Ia menyumbangkan enam gol dan dua kartu kuning.

Atep tak mau kejadian seperti musim lalu terulang di mana ia harus menunggu hingga putaran kedua untuk mencetak gol. "Saya berharap secepat mungkin bisa mencetak gol pertama," ujar pemain asal Cianjur ini. Di musim ini Atep menargetkan mencetak 12 gol.(tis)

Penulis : tis
Editor : ary

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pelita Bandung Raya

Pelita Bandung Raya

From Wikipedia, the free encyclopedia
Jump to: navigation, search
Pelita Bandung Raya
Pelita Bandung Raya.png
Full name Pelita Bandung Raya
Nickname(s) The Blue Rhino
Founded November 11, 1986
Ground Si Jalak Harupat Stadium
(capacity: 40,000)
Owner Ari D. Sutedi
Chairman Ali Fachri
Manager Simon McMenemy
League Indonesia Super League
2011–12 Indonesia Super League, 6th
Website Club home page

Home colours
Away colours
Pelita Bandung Raya (formerly Pelita Jaya FC) is an Indonesian football team based in Bandung, West Java, Indonesia, founded on November 11, 1986. It was one of the most successful clubs in the Galatama era. The club's finance is mostly supported by The Bakrie Group.
In the mid 90s, Pelita Jaya FC recruited several legendary World Cup footballers such as Mario Kempes, Roger Milla, Jules Onana, and Maboang Kessack. In 2011, the club made a phenomenal transfer when landed Malaysian striker Safee Sali, who crowned as top scorer at 2010 AFF Suzuki Cup.
In October 2012, Pelita Jaya was sold by the club owner PT Pelita Jaya Cronus to Ari D. Sutedi, the owner of Bandung Raya and President Director of PT Retower Asia.[1] "Since 100 percent of the shares Pelita Jaya, has been purchased by the Bandung Raya, then automatically powers the club next season will be held entirely by the Bandung Raya, the name of the new club of course," said Commissioner of PT Pelita Jaya Cronus, Andika Andrayudha Bakrie.
After Bandung Raya official purchase Pelita Jaya as well as the right to perform in the Indonesian Super League next season. President Retower Asia Ari D. Sutedi, as the owner of the club Bandung Raya forward with the acquisition ambitions to revive the club's golden era can be realized.[2] "We want to restore the glory of Bandung Raya in the past," said Ari.

Contents

Achievements

Galatama

  • 1986/87 - Runner-up
  • 1987/88 - Runner-up
  • 1988/89 - Champions
  • 1990 - Champions
  • 1993/94 - Champions

Performance in AFC competitions

1989/90: Group Stage
1990/91: Third Place
1991/92: Qualifying
1994/95: Second round

History

Name

Crest

Stadium

Pelita recently played its home match at Jalak Harupat Soreang Stadium, Bandung, West Java

Players

Current squad

As of 12 January 2013.[3]
Note: Flags indicate national team as has been defined under FIFA eligibility rules. Players may hold more than one non-FIFA nat

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pelita Bandung Raya

Pelita Bandung Raya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pelita Bandung Raya
Logo Pelita Bandung Raya
Nama lengkap Pelita Bandung Raya
Julukan Badak Biru
The Boys are Back
Didirikan 11 November 1986
Stadion Stadion Si Jalak Harupat
Kabupaten Bandung, Indonesia
(Kapasitas: 40.000)
Pemilik Bendera Indonesia Ari D. Sutedi
Direktur Utama Bendera Indonesia Ali Fachrie
Pelatih Bendera Inggris Simon McMenemy
Liga Liga Super Indonesia
Posisi 2011-12 Indonesia Super League, 6th
Situs web Situs web resmi klub
Kelompok suporter Ultras PBR

Kostum kandang
Kostum tandang
Soccerball current event.svg Musim ini

Pelita Bandung Raya (sebelumnya bernama Pelita Jaya FC) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

Daftar isi

Sejarah

Pelita Jaya FC sempat menjadi juara Galatama empat kali dalam enam tahun terakhir kompetisi tersebut sebelum Galatama dileburkan pada tahun 1994 untuk membentuk Liga Indonesia bersama kompetisi Perserikatan. Di Liga Indonesia, Pelita tidak pernah lagi menyamai keberhasilan seperti pada masa-masa Galatama walaupun pernah menghadirkan pemain-pemain asing seperti Mario Kempes, Roger Milla, and Maboang Kessack. Sejak menembus babak 12 Besar pada kompetisi tahun 1994/95, prestasi terbaik Pelita adalah babak 8 Besar pada tahun 2000.
Sejak musim 2007 klub ini kembali ke Divisi Utama Liga Indonesia setelah terlempar ke Divisi Satu pada akhir musim 2005. Musim kompetisi 2007 hingga 2010 manajer tim adalah Rahim Soekasah dan dilatih oleh Fandi Ahmad.
Musim Kompetisi ISL 2010-2011, Manajer tim adalah Lalu Mara Satria Wangsa dan dilatih oleh Misha Radovic. Dan di musim 2011-2012 Coach Misha Radovic di ganti sementara oleh Asisten Pelatih Djajang Nurjaman dan dilanjutkan oleh Rahmad Darmawan. Pada musim tersebut Pelita memainkan pertandingan kandangnya di Stadion Singaperbangsa, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, namun beralamatkan Kecamatan Sawangan di Depok).
Pada tahun 2012, Ari D. Sutedi, pemilik 65% saham Bandung Raya, mengakuisisi seluruh saham Pelita Jaya FC dan mengganti namanya menjadi Pelita Bandung Raya. Bandung Raya sendiri tetap merupakan sebuah tim terpisah yang pada saat itu berlaga di Divisi Dua.[1]

Nama

Pelita Bandung Raya sempat beberapa kali berganti nama:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Launching Pelita Bandung Raya Usung Tema “The Boys are Back”

Launching Pelita Bandung Raya Usung Tema “The Boys are Back”

Tribunnews.com - Sabtu, 22 Desember 2012 01:38 WIB
Share this
Share
 Text  +  
Launching Pelita Bandung Raya Usung Tema “The Boys are Back”
Tribun Jabar / Deni Denaswara
Gelandang PBR, Eka Ramdani menunjukkan jersey yang akan digunakan pada kompetisi ISL 2013 
TRIBUNNEWS.COM – Tim “baru” tapi “lama” di pentas Indonesia Super League (ISL) 2013, Pelita Bandung Raya (PBR), akhirnya memperkenalkan para pemain mereka yang akan berlaga di kompetisi musim depan. Perkenalan atau lauching pemain PBR itu digelar di Hotel Panghegar, Jumat (21/12/2012) malam.
Ada 26 pemain yang sudah dikontrak oleh PBR. Mereka adalah kiper Tema Mursadat, Edi Kurnia, Endang Subrata. Kemudian ada bek Edi Hafid Murtado, Nova Arianto, Syaifudin, Isna Irfansyah, Rama Pratama, Munadi, Mijo Dadic, Jajang, Asep mulyana.
Di tengah PBR mengontrak ada M Arsyad, Riandi Ramadani, Rizky Pellu, Rafid Lestaluhu, Dolly Ramdan Gultom, Rendi Saputra, Muhammad Solehudin, Eka Ramdani, Dane Milovanovic, Nemanja Obric, dan Iman Faturohman. Sedangkan di barisan depan, PBR mengontrak Adi Sulistya, Gugum Gumilar, dan Gaston Castano.
Dalam launching pemain ity, PBR mengusung tema “The Boys are Back”. Komisaris PT Kreasi Performa Pasundan, Tri Goestoro menuturkan, Bandung Raya yang terakhir bernama Mastrans Bandung Raya (MBR) sebenarnya tak pernah bubar. "Kami hanya tak ikut kompetisi. Terakhir kami di divisi dua," ujarnya kepada wartawan setelah launching.
Di awal musim ini, mereka mengambil alih 100 persen saham Pelita Jaya, sehingga mereka pun kini kembali di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Ditanya soal target, Tri menuturkan PBR tak memasang target tinggi. "Kami belajar dulu karena ini musim pertama kami," ucap mantan Manajer Bandung Raya ini.
Namun kata Tri, PBR juga pernah punya pengalaman menjadi juara. Berbekal modal ini dan pengetahuan, ia berharap PBR bisa menjadi tim yang solid. Soal posisi klasemen, menurutnya berada di papan tengah sudah cukup baik. "Apalagi materi pemain kami sebagian besar pemain muda. Yang dalam dua sampai tiga tahun mencapai puncak. Saya harapkan, dengan bimbingan pemain senior seperti Eka, kami bisa lebih baik," tutur mantan Sekjen PSSI itu.
Sementara itu pelatih Pelita Bandung Raya (PBR), Simon McMenemy, mengaku senang akhirnya tim PBR secara resmi diluncurkan. "Setelah empat sampai lima minggu kami latihan, akhirnya kami launching," kata pelatih asal Inggris ini. Ia menuturkan PBR sudah sangat siap untuk mengikuti LSI musim ini.
Ditanya soal pemain yang sudah dikontrak PBR, menurutnya itu sudah cukup. "Kami juga punya pemain-pemain berpengalaman seperti Eka dan Nova. Mereka akan membimbing pemain-pemain muda," tuturnya. Dengan bimbingan para pemain senior, ia melihat tim ini bisa berkembang. "Tim ini akan semakin kuat," ucap Simon.

Editor: Dodi Esvandi  |  Sumber: Tribun Jabar

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

radovic ke bandung raya


     
  Didirikan Nirwan Dermawan Bakrie pada 1986, Pelita Jaya usung cita-cita mulia sepakbola Indonesia. Sederet Prestasi langsung ditorehkan di awal kehadirannya. Nama Pelita Jaya dipilih untuk mewakili harapan besar bagi sepakbola Indonesia di masa datang.
Pemilihan nama Pelita diharapkan mampu menjadikan klub yang ber-homeground di Kampung Petir, Depok Sawangan ini sebagai klub yang dinamis, luwes, bersahabat, dan menjunjung nilai fair play sebagaimana yang dimaksud Laws of The Game FIFA. Sementara nama Jaya dipilih dengan harapan dapat berprestasi baik di dalam negeri dan luar negeri demi mengharumkan sepakbola Indonesia.
 
       
    Hadir pada masa kompetisi sepakbola Indonesia bernama Galatama (1986-1992), Pelita Jaya yang menunjuk Bertje Matulapelwa sebagai Kepala Pelatih langsung mengantarkan gelar runner-up di musim perdananya itu.  
         
  Di musim keduanya, 1987/1988, kepemimpinan Rahim Soekasah yang dibantu tim manajer Andrie Amin menempatkan Pelita Jaya sebagai klub yang disegani. Diarsiteki Benny Dollo sebagai Kepala Pelatih yang diganti Selimir Milosevic (Yugoslavia) pada musim berikutnya, serta ditopang Mundari Karya dan Abdullah Husein di posisi asisten pelatih, Pelita Jaya sukses merebut gelar juara Galatama 2 kali berturut-turut, 1987/1988 dan 1988/1989.    
               
   
  Prestasi Pelita makin mengkilap pada musim berikutnya. Pada 1990, Pelita Jaya masuk 4 besar dan lolos babak kualifikasi mewakili negara-negara Asia Tenggara dalam Kejuaraan ASEAN. Di musim yang sama, 1989/1990, Pelita Jaya pun menjadi Runner-Up Turnamen Piala Utama PSSI-PWI yang diikuti peserta kompetisi Galatama dan Perserikatan. Pada 2 musim berikutnya, 1991/1992, Pelita Jaya keluar sebagai juara di ajang itu.
Selain sarat prestasi, Pelita Jaya juga dikenal sebagai klub yang banyak mendatangkan pemain kelas dunia. Pada musim 1991/1992, setelah menjadi Semi Finalis Piala Champion Asia, Pelita Jaya sukses datangkan penyerang asal Yugoslavia, Dejan Gluscevic yang kembali pada 1995 setelah sempat dipinjamkan ke klub Bandung Raya dan sukses menyabet gelar Top Scorer.
 
               
    Setelah nama Gluscevic, pada 1996 manajemen Pelita Jaya memboyong Top Scorer Piala Dunia 1978 asal Argentina, Mario Kempes. Mejabat sebagai pemain sekaligus asisten pelatih, Kempes bukan jadi pemain kelas dunia satu-satunya di Pelita Jaya, ada juga nama Roger Milla (Kamerun) dan Maboang Kessack (Kamerun) yang juga direkrut pada musim itu.  
               
  Pada 1999/2000, Pelita Jaya terpaksa mengungsi dari Stadion Lebak Bulus, Jakarta ke Stadion Manahan, Solo. Hal itu terjadi setelah ada larangan menggunakan Stadion Lebak Bulus, Jakarta, sebagai homebase. Pindah ke Solo, nama Pelita Jaya berubah jadi Pelita Jaya Solo. Sayang, Pelita Jaya Solo yang saat itu bermain di level Divisi I Liga Indonesia, hanya bertahan 3 musim hingga 2001/2002.
Pada musim 2002/2003, manajemen Pelita Jaya kembali mengubah nama jadi Pelita Jaya Krakatau Steel yang disesuaikan dengan homebase-nya, Stadion Krakatau Steel, Cilegon karena adanya proses merger.
 
               
  Namun, Pelita Jaya tidak bertahan lama di Cilegon dan hijarah ke Purwakarta yang mengubah namanya jadi Pelita Jaya Purwakarta dan ber-homebase di Stadion Purnawarman, Purwakarta. Di bawah asuhan Bambang Nurdiansyah dan Safrudin Pabanyo, Pelita Jaya Purwakarta sukses mendapat tiket promosi ke Liga Super Indonesia pada 2006/2007.    
               
    Sadar persaingan makin berat dan ketat dalam mengarungi Liga Super Indonesia, pada akhir 2006, manajemen Pelita merombak susunan official team. Fandi Ahmad (Singapura) diplot sebagai Kepala Pelatih yang dibantu Kadir Yahaya (Singapura) dan Ardjuna Rinaldy sebagai anggota tim asisten pelatih.  
               
  Dua musim berkancah di ajang Liga Super Indonesia (2008/2009–2009/2010), Pelita Jaya sempat ber-homebase di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Soreang Bandung selama 1 musim sebelum menetapkan Stadion Singaperbangsa, Karawang, sebagai homebase-nya yang bertahan hingga saat ini.
Kini, memasuki era industri, Pelita Jaya yang berada di bawah pengelolaan PT. Nirwana Pelita Jaya berganti nama lagi jadi "Pelita Jaya Football Club" (FC). Pelita Jaya sebagai satu dari sedikit tim di Indonesia yang dikelola secara professional, terlihat dari pengelolaan manajemen independen secara finansial yang hingga ISL 2011/12 tercatat telah berhasil menarik beberapa sponsor berkelas lokal maupun internasional.
 
     
  Di ranah Liga Super Indonesia, prestasi tim senior Pelita Jaya tak sebaik era Galatama. Namun, tim yunior mereka, Pelita Jaya U-21, terus memberikan prestasi yang membanggakan. Tercatat, pada 2 musim awal digelarnya Liga Super Indonesia U-21, Pelita Jaya U-21 yang diasuh Kepala Pelatih Djajang Nurdjaman dan Ronny Remon serta Gatot Prasetyo di posisi asisten pelatih, sukses merengkuh gelar Juara dan Runner-Up.    
     
  Bicara tim sepakbola, tak lengkap jika tidak bicara julukannya. Untuk Pelita Jaya, julukan yang melekat adalah “The Young Guns”. Julukan itu sendiri lahir pada akhir 2007 yang bermula pada sebuah artikel di media cetak . The Young Guns adalah julukan yang diberikan sang wartawan media itu kepada Pelita Jaya yang akhirnya disepakati dan diadopsi manajemen sebagai julukan resmi Pelita Jaya.  
               
    Pada 2010, manajemen Pelita Jaya merekrut Kepala Pelatih anyar asal Serbia, Miodrag 'Misha' Radovic. Dibantu tim asisten pelatih Djadjang Nurdjaman, I Made Pasek Wijaya, dan Ardjuna Rinaldy, perjuangan Pelita Jaya pada musim itu berakhir di peringkat 12 pada klasemen Liga Super Indonesia 2010/2011.  
               
  Berdasarkan hasil evaluasi Direksi dan Manajemen yang rutin dilaksanakan tiap semester, Pelita Jaya memutuskan untuk merekrut Rahmad Darmawan sebagai Kepala Pelatih dengan tim Asisten Pelatih beranggotakan: Djadjang Nurdjaman, Satya Bagja, I Made Pasek Wijaya dan Ardjuna Rinaldy yang dipercaya untuk dapat membawa tim senior Pelita Jaya FC mencapai targetnya menduduki Papan Atas Klasemen dalam Liga Super Indonesia musim 2011 – 2012.  
               
  Head Coaches:
Bertje Matulapelwa (1986)
Benny Dolo (1987)
Selimir Milosevic (1989 – 1990)
Bambang Nurdiansyah (2000 – 2005)
Fandi Ahmad (2006 – 2009)
Djadjang Nurdjaman (2009 – 2010)
Miodrag ‘Misha’ Radovic (2010 – 2011)
Rahmad Darmawan (2011 – sekarang)
 
               
  Stadiums:
1986
1987 – 1998
1999 – 2001
2002 – 2004
2006 – 2007
2008 – 2009
2009 – sekarang

Supporters:
1986 – 1998
1999 – 2001
2005 – 2007
2010 – sekarang


Stadion Senayan, Jakarta
Stadion Menteng, Jakarta Pusat
Stadion Lebak Bulus, Jakarta
Stadion Manahan, Solo
Stadion Krakatau Steel Cilegon, Jawa Barat
Stadion Purnawarman, Purwakarta Jawa Barat
Stadion Si Jalakharupat, Kab. Soreang Bandung
Stadion Singaperbangsa, Karawang


The Commandos
Pasopati
Garda Purwa
P-Man (Pelita Mania)
 
   

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pemain Mitra Kukar Dapat Bonus Dari Bupati


23/01/2013 23:57 WITA
Pemain Mitra Kukar Dapat Bonus Dari Bupati

Esteban Herrera (kiri) dapat bonus khusus Rp 50 juta dari Bupati Rita Widyasari yang diserahkan Direktur Keuangan Mitra Kukar AM Ari Junaidi
Photo: Salehudin

Kemenangan Mitra Kukar atas Pelita Bandung Raya dalam laga kandang perdana ISL 2012/2013 pada Sabtu lalu ternyata mendapat apresiasi khusus dari Bupati Rita Widyasari.


Meski tak dapat hadir di Stadion Aji Imbut lantaran masih berada di Jakarta, Bupati Rita Widyasari yang menyaksikan siaran langsung pertandingan tersebut lewat layar kaca tampak puas dengan perjuangan para punggawa Mitra Kukar.


Sebagai bentuk apresiasi kepada para pemain Mitra Kukar, Bupati Rita Widyasari memberikan bonus berupa uang tunai Rp 100 juta yang diambil dari dana pribadinya untuk Hamka Hamzah dkk.


Selain untuk pemain secara keseluruhan, Bupati Rita Widyasari yang terkesan dengan penampilan Esteban Herrera juga memberikan bonus Rp 50 juta khusus striker asal Argentina itu.


Bonus dari Bupati Rita Widyasari tersebut telah disampaikan pihak manajemen melalui Direktur Keuangan Mitra Kukar, AM Ari Junaidi, kepada Kapten Tim Hamka Hamzah dan Esteban Herrera di Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Rabu (23/01) sore.


Menurut Ari Junaidi, bonus tersebut merupakan janji dari Bupati Rita Widyasari setelah melihat perjuangan skuad Mitra Kukar memenangkan laga kandang melawan Pelita Bandung Raya.


"Bonus tersebut merupakan bentuk penghargaan dari Bupati terhadap para pemain Mitra Kukar. Khusus Esteban, Bupati menilai dia sangat heroik karena memastikan kemenangan Mitra Kukar di detik akhir," katanya.


Ari berharap agar bonus tersebut dapat semakin memotivasi para pemain Mitra Kukar untuk terus berjuang maksimal meraih kemenangan di setiap pertandingan, baik di laga kandang maupun tandang.


Seperti diberitakan sebelumnya, Mitra Kukar secara dramatis menang 3-2 atas Pelita Bandung Raya. Gol penentu kemenangan skuad Naga Mekes dicetak Esteban Herrera lewat eksekusi penalti pada masa injury time. Dalam laga itu, Esteban mencetak 2 gol. Sedangkan 1 gol lagi diciptakan Paolo Daniel Frangipane. (win)




Sumber: http://www.kutaikartanegara.com/news.php?id=3821



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS